Free CursorsMyspace LayoutsMyspace Comments
} img{padding:0px;background:transparent;border:none;}

Selasa, 27 September 2011

Struktur Atom



Apa benar bentuk atom itu bulat atau bundar ? Lalu bagimana cara kita mengetahuinya ? Menurut pandangan keilmuan atau pilsafat bahwasanya bentuk yang paling sempurna atau dapat dikatakan seimbang dalam jagat raya ini yang begitu luas  adalah dalam bentuk lingkara atau bundar. Dalam hal ini atom pun tidak terkecuali, walau pun atom tidak bisa dilihat tapi gejala yang ditimbulknya dapat diamati sehingga melalaui berbagi pandangan dan eksperimen maupun pendapat para ahli mengenai atom menunjukan bahwa atom itu berbentuk lingkaran, dan sampai sekarang pun masih tetap di anut atau di akui bahwa atom itu bulat, walaupun tidak bisa dilihat. Dibawah ini dapat diuraikan mengenai  atom menurut pandangan para ilmuan dalam berbagi teori atom (sebuah model untuk mewakali atom yang sebenarnya tidak dapat dilihat), sebagai berikut :
1.      Teori Atom Delton
John Dalton mengemukakan hipotesa tentang atom berdasarkan hukum kekekalan massa (Lavoisier) dan hukum perbandingan tetap (Proust). Teori yang diusulkan Dalton adalah sebagai berikut :
·           Atom adalah bagian terkecil suatu unsur.
·           Atom tidak dapat diciptakn, dimusnahkan, dibagi lagi, atau diubah menjadi zat lain.
·           Atom dari suatu unsur berbeda dengan atom dari unsur lain.
·           Reaksi kimia merupakan peroses pengabungan atau pemisahan atom dari unsur-unsurnya.
    Gambar 1. Model atom Dalton seperti bola pejal
Kelemahan Teori Atom Dalton tidak dapat menerangkan suatu larutan dapat menghantarkan listrik. Bagaimana mungkin suatu bola pejal dapat menghantarkan listrik, padahal listrik adalah elektron yang bergerak. Berarti ada partikel lain yang dapat menyebabkan terjadinya daya hantar listrik, atom ternyata bukan sesuatu yang tak terbagi, melankan terdiri dari berbagai partikel subatom, atom-atom dari unsur yang sama dapat mempunyai massa yang berbeda walupun mempunyai sifat-sifat yang sama, dalam reaksi nuklir,ternyata atom dari suatu unsur dapat diubah menjadi atom unsur lain, dan beberapa unsur tidak terdiri atas atom-atom melainkan molekul-molekul.
2.      Teori Atom Thomson
Atom merupakan suatu awan bermuatan positif dan didalamnya tersebar elektron-elektron seperti kismis.jumlah muatan positif sama dengan muatan negatif sehingga atom bermuatan netral. Model atom Thomson dapat digambarkan sebagai berikut:
Gambar 2. Model atom Thomson
Kelebihan :
Membuktikan adanya partikel lain yang bermuatan negatif dalam atom. Berarti atom bukan merupakan bagian terkecil dari suatu unsur.
Kelemahan :
Model Thomson ini tidak dapat menjelaskan susunan muatan positif dan negatif dalam bola atom tersebut.
3.      Teori Atom Rutherford mengenai inti atom
Eksperimen yang dilakukan Rutherford adalah penembakan lempeng tipis dengan partikel alpha. Ternyata partikel itu ada yang diteruskan, dibelokkan atau dipantulkan. Berarti di dalam atom terdapat susunan-susunan partikel bermuatan positif dan negatif. Hipotesa dari Rutherford adalah sebagai berikut:
·           Atom tersusun atas inti atom yang bermuatan positif, dan elektron-elektron bermuatan negatif dan mengelilingi inti.
·           Semua proton terkumpul dalam inti atom dan menyebabkan inti atom bermuatan positif.
·           Sebagian besar volume adalah atom ruang kosong.
·           Jumlah proton dalam inti atom sama dengan jumlah elektron yang mengelilinginya sehingga atom bersifat netral.
Gambar 3. Model atom Rutherford
Kelemahan teori atom Rutherford adalah tidak mampu menjelaskan persoalan kesetabilan elektron dari inti.elektron dapat setabil mengitari inti atom tanpa tersedot dan jatuh keintinya, padahal gerakan elektron ini disertai energi radiasi elktromagnetik yang semakin lama energinya semakin berkurang  sehingga akhirnya elektron jatuh keinti atom.
4.      Teori atom niels bohr
Eksperimen tentang spektrum atom hidrogen memberikan gambaran keadaan elektron dalam menempati daerah disekitar inti atom. Hipotesa dari niels bohr adalah sebagai berikut:
·           Elektron-elektron mengitari inti atom pada tingkat-tingkat energi (kulit) tertentu tanpa menyerap atau memancarkan energi.
·           Energi akan dipancarkan atau diserapjika elektron berpindah dari satu tingkat energi ketingkat energi lainya,sesuai dengan persamaan :
E1 – E2 = h f
·             E1 > E2 = elektron memacarkan energi
·                      E1 < E2 =  elektron menyerap energi
Gambar 4. Model atom Niels Bohr
Teori atom niels bohr tidak mampu menjelaskan bentuk lintasan atau orbit elektron serta meramalkan terjadinya spektrum yang dipancarkan oleh atom-atom lain.
Kelemahan-kelemahan ini disempurnakan oleh teori atom moderen berdasarkan mekanika kuantum. Dalam teori atom mekanika kuantum, posisi elektron adalah tidak pasti. Hal yang dapat ditentukan mengenai keberadaan elektron di dalam atom adalah daerah dengan peluang terbesar untuk menemukan elektron tersebut.daerah dengan peluang terbesar itu dinamakan orbital,penemu teori mekanika kuantum itu adalah Erwin Schrodinger, ilmuan Austria pada tahun 1927.
Maka, setelah menjelaskan pandangan para ahli mengenai atom dari waktu ke waktu maka dapat dikatakan atau disepakati atom itu berbentuk bulat, dimana agar dapat memudahkan dalam menjelaskan berbagai hal yang terkait dengan atom.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Host